Minggu, 29 Maret 2015

Mugicakralang : Badan Ekonomi Kreatif Merupakan “Angin Segar” Perfileman Di Indonesia

19.11

 
Mugicakralang "BEK merupakan angin segar industri film animasi"
JAKARTA – Bidik Nusantara
Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif oleh pemerintahan Jokowi-Jk merupakan janji Presiden Jokowi pasca kampanye yang akan meningkatkan dunia ekonomi kreatif, dibentuknya lembaga Ekonomi Kreatif menjadi sebuah badan ini maka  berada dibawah presiden dan Triawan Munaf diangkat sebagai Kepala badan ekonomi kreatif yang telah dilantik pada senin kemarin tanggal 26 Januari 2015.
Kementrian ini akan ada 6 deputi yang membawahi bidang-bidang tersebut. Yakni Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan, Deputi Akses Permodalan, Deputi Infrastruktur, Deputi Hubungan dan Pengembangan antar Wilayah , Deputi Pemasaran, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Badan ini juga akan membawahi 16 subsektor. Yaitu di bidang, arsitektur desain interior, desain produk, film animasi video, fotografi, desain komunikasi visual , kriya (kerajinan tangan), aplikasi dan game developer,  kuliner yang terbesar 30 persen dari penyumbang, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.
Hal tersebut tentunya mendapat respon positif dari kalangan artis dan pemerhati dunia kreatif karena  akan membawa angin segar terhadap dunia perfileman di indonesia, melihat perkembangan dunia film di Indonesia saat ini begitu pesat.
Seperti yang diungkapkan oleh Mugi Elman aktor juga permerhati film ini saat dimintai pendapat melalui pesan elektroninya.  “Dibentuknya Badan ekonomi kreatif adalah sebuah  angin segar dalam dunia perfileman Indonesia mengingat prestasi-prestasi para senias kita yang hingga saat ini  telah memproduksi film dan  berhasil sampai kedunia international seperti hal nya Film The Raid ...,”katanya
Selain itu aktor yang pernah main dalam film Raden Kian Santang  dan Babad Tanah Jawa ini juga berkomentar tentang subsektor bidang “Film animasi video” yang akan membuka ruang baru dalam dunia perfileman di Indonesia.
“Dengan adanya subsektor film animasi video  khususnya,  kita ketahui  bahwa film animasi atau film yang berteknologi CGI saat ini  merupakan film yang sangat digemari oleh masyarakat dunia , seperti contoh film Hobbit dan lain-lain, dan teknologi animasi telah dipakai oleh negara lain seperti  Amerika yang pada awal mula produksi di era 70an. Bayangkan kita cukup tertinggal bukan,  di Indonesia saat ini juga sudah mulai ada Production House (PH) Film yang berani untuk memproduksi sebuah film menggunakan teknologi animasi atau CGI (computer generated imagery), jadi  subsektor tersebut akan menambah semangat sineas kita untuk berkreasi dalam pengembangan kemampuan produksi film berteknologi CGI ”tuturnya.
Dia juga berpendapat hal ini akan menjadi sentimen positif yang akan menumbuhkan bisnis perfileman di Indonesia.
“Hal tersebut akan mendorong  pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah dibidang produksi animasi rumahan yang sudah ada untuk men-generate usahanya agar lebih besar lagi, atau diharapkan menjadi sebuah ide baru bagi  animator-animator handal kita yang bekerja di perusahaan asing sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk mendirikan usaha dibidang serupa,  dengan timbulnya pengusaha-pengusaha lama dan baru apabila berkembang , maka akan jadi sebuah sentimen positif yang berdampak kepada Devisa Negara”pungkasnya .
Editor: Sumburi Ibrahim sumber

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Posting Komentar

 

© 2013 Mugi C.Elangga. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top